Showing posts with label D (kelas 5 dan 6). Show all posts
Showing posts with label D (kelas 5 dan 6). Show all posts

Saturday, April 7, 2012

Al Qur'an Sebagai Petunjuk - GAME (11)


1.       AL QUR’AN SEBAGAI PETUNJUK (GAME)

*Siapkan slayer (untuk tutup mata)
*Siapkan area secukupnya tapi dibatasi dengan batas yang jelas. (jangan terlalu luas sehingga yang jaga susah menangkap kawan & tidak terlalu sempit sehingga sampai berdesakan).

1.      CARA MAIN
a.       Ingatkan santri untuk tidak saling mendorong, jika ada yang mendorong/terjatuh/keluar dari area, dia langsung jaga.
b.      Menentukan siapa yang jaga (ditutup mata dengan slayer)
Klo bisa yang jaga pertama adalah ustz/ah-nya, atau bisa juga menunjuk salah satu Santri dan diberi pertanyaan. Misal : dimana kiblat kita? (kabah) kalau tidak bisa disuruh jaga.
c.       Yang jaga menangkap mangsa (Santri lain berlarian tapi masih dalam batas area). Apabila mangsa tidak tertangkap-tangkap maka salah satu ustz/ah bisa memberi arahan (ke kanan/kiri/depan/belakang). Jika 2-4 menit belum tertangkap, ustz/ah bisa menggandeng yang jaga ke salah satu santri yang berlarian.
d.      Permainan  diulangi sampai 5x/sampai Santri terlihat kelelahan.

2.      Klasikal
“Gimana Dhek tadi permainannya? Siapa yang jaga tadi ngacung? Nah, tadi pas ditutup matanya bisa melihat apa tidak? Terus tadi bisa menangkap karena ada arahan dari ustz/ah nya bukan?”
            “Begitulah dengan hidup ini Dhek, kita akan gelap dan tersesat bila tidak mendapat petunjuk/arahan. Tahukah Dhek, petunjuk/arahan hidup ini apa? Hayo siapa yang tahu? Iya, arahan hidup kita adalah Al Qur’an. Disini Allah memberi pengajaran banyak hal kepada kita. Dahulu kala ketika orang-orang belum tahu bahwa bumi itu berputar, di Al Qur’an sudah dijelaskan. Dahulu ketika orang-orang belum tahu bagaimana terjadinya hujan, di Al Qur’an sudah dijelaskan. Banyak sekali Dhek arahan di dalam Al Qur’an. Tentang bagaimana berbuat baik pada ibu dan ayah, saling tolong menolong dan saling menyayangi. Nah oleh sebab itu disini kita belajar Al Quran. Hayo siapa yang sudah Qur’an? Nanti kalau sudah Qur’an dibaca ya artinya biar ngerti.”


Mempelajari Al Qur'an & Mengajarkannya (9)


5. MEMPELAJARI AL QUR’AN & MENGAJARKANNYA
1.    a. Sebelum kelas dimulai, Ustadz/ah menulis di papan tulis sebagai sbb
خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ اْلقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ
“Sebaik-baik kamu adalah orang yang mempelajari al-Qur`an dan        mengajarkannya." (HR. Al-Bukhari)
b.    Santri disuruh menulis dan menghafalkannya.(12 menit)
c.    Sebelum membaca Al Qur’an, ditanya hafalannya.Gpp tewrbata-bata sambil dibantu ustz/ahnya.

2.    Klasikal
“Nah coba perhatikan (sambil menunjuk ke papan tulis).Betapa Allah memuliakan orang yang membaca Al Qur’an seingga dia dikatakan orang yang terbaik. Karena kalau mempelajari Al Qur’an kita akan selalu ingat Allah, tidak diganggu syetan. Karena kalu membaca Al Qur’an kita akan ingat Allah dan selalu melakukan hal-hal yang baik. Apalagi kalau kalian ajarkan kepada Adik-adik di rumah, tambah lagi pahalanya karena  kalian telah mengajarkannya. (baca lagi kalimat di papan tulis). Jadi kita semua semangat ya belajar Al Qur’annya dan nanti kalau sudah bisa mengajarkannya agar kita semua menjadi orang yang terbaik.”

Al Qur'an Sebagai Petunjuk Hidup Manusia (8)


4. AL QUR’AN SEBAGAI PETUNJUK HIDUP MANUSIA

1.    a. Sebelum kelas dimulai, Ustadz/ah menulis di papan tulis sebagai sbb
Mu’zizat Nabi Musa?
Mu’zizat Nabi Ibrahim?
Mu’zizat Nabi Isa?
Mu’zizat Nabi Sulaiman?
Mu’zizat Nabi Nuh?
(Santri mengisinya sendiri)
 b.    Sambil menunggu menulis dan menjawab, Santri satu persatu maju untuk disimak tilawahnya, sambil menunggu teman yang lain menulis)
c.    Ustz/ah menjawab pertanyaan di papan tulis.
Mu’zizat Nabi Musa : membelah lautan
                     Ibrahim : tidak panas dibakar api
                     Isa : menyembuhkan orang sakit
                     Sulaiman : menguasai angin & berbicara dengan binatang
                     Nuh : membuat kapal

2.    Klasikal
“Kalau Nabi Muhammad apa?(nanti ustz/ah cukup menjawab Al Qur’an saja). Nah Adik-adik, ada yang tahu mengapa Nabi Muhammad mu’zizatnya tidak hangus dibakar api seperti Nabi ibrahim? Atau menguasai angin dan berbicara dengan binatang seperti Nabi Sulaiman? Seperti Nabi Isa yang menyembuhkan orang sakit atau Nabi Musa yang membelah lautan?
Karena Nabi Muhammad punya mu’zizat yang tak kalah hebat yaitu Al Qur’an, karena mu’zizat nabi-nabi itu hanya dapat dilihat kaumnya saja. Tetapi kalau Al Qur’an itu untuk sepanjang masa sampai hari hari kiamat dijaga Allah, untuk petunjuk hidup kita.”
 “Oiya ada satu lagi keistimewaan Al Qur’an. Mau tahu kehebatan Al Qur’an? Ok perhatikan apa yang usdz/ah tulis ya.”
Kata Rasulullah “Satu huruf Al Qur’an yang kita baca dicatat 1 kebaikan. Dari satu kebaikan mendapat 10 pahala.”

3.    Ustz/ah menulis sbb :
Al Qur’an terdiri dari 30 juz, 114 surat, 6666 ayat. ( “coba dihafalkan sebentar ya”)
Sambil menunggu dihafalkan, lalu ustz/ah menulis dipapan tulis sbb :


4.    Klasikal
““Jadi Dhek, kalau kita baca Al Qur’an banyak banget kan pahalanya? Kita baca Bismillahirrohmanirrohim aja dapat pahala. Berapa pahalanya? Ayo coba dihitung Bismillah ada berapa huruf? Ayo cepat-cepatan siapa yang benar”. (sambil Ustz/ah menulis Basmallah di papan tulis)


      “Hayo jawabannya ada berapa? Hayo coba hitung....Nah yang benar Basmallah itu ada 19 huruf, kok bisa? Ayo kita hitung bareng-bareng ya. Huruf sebelum ‘ro’ yang ini (alif), yang tegak ini ikut dihitung juga. Coba bayangkan baca Bismillah saja ada 19 huruf berarti kita dapat 19 kebaikan dikali 10 pahala jadi berapa hayo?(sambil ditulis perkaliannya. Dapat 190 pahala. Banyak banget kan? Jadi adhek-adhek yang rajin baca Al Qur’annya ya biar banyak pahala, nanti masuk syurga. Hayo kalu ke syurga minta apa? Bisa minta pizza, bisa renang di kolam susu. Ayo mas Umar (menunjuk salah satu Santri)kalau di syurga minta apa?...Allah baik banget kan..Nah mulai dari sekarang kalian rajin-rajin ya baca Al Qur’an.”



Berlomba-lomba Dalam Kebaikan (7)


3. BERLOMBA-LOMBA DALAM KEBAIKAN


1. Sebelum kelas dimulai, Ustadz/ah menulis di papan tulis sebagai sbb :
  فَاسْتَبِقُواْ الْخَيْرَاتِ
“Berlomba-lombalah dalam kebaikan” [QS. Albaqoroh (2):148]

a.    Abdurrahman bin Auf, mendermakan hartanya.
Khalid bin Walid, ahli strategi perang.
Bilal bin Rabbah, rajin sholat.
b.    Santri disuruh menulis dan menghafalkannya. (“Dihafal ya, nanti sebelum Iqra’ ditanyain”.)
c.    Membaca bersama-sama apa yang ditulis di papan tulis.


2.   Klasikal
     “Dhek, tahu siapa Abdurahman bin Auf, Khalid bin Walid, Bilal bin Rabbah? Mereka adalah sahabat Rasulullah yang masuk syurga dengan  berlomba-lomba berbuat baik. Berlomba-lomba berbuat baik artinya melakukan banyak kebaikan seperti Abdurahman bin Auf yang memberikan hartanya untuk menolong orang, Khalid bin Walid ingin mendapatkan pahala dengan menjadi panglima perang, meminpin peperangan dengan kaum kafir, sedangkan Bilal bin Rabbah mengumpulkan banyak pahala lewat solatnya yang rajin.”
      “ Jadi agar mendapat pahala yang banyak, supaya masuk syurga kita harus melakukan banyak kebaikan. Contohnya, kalau disuruh ibu beli gula di warung mau, menjaga adik di rumah, meminjam pensil teman..banyak bukan yang bisa kita lakukan? Coba mas Umar (sambil menunjuk salah satu Santri) apa contoh berbuat baik? Mba Poppy (menunjuk santri lagi) apa contoh berbuat baik? nah banyak cara berbuat baik bukan, mari kita berlomba-lomba berbuat baik agar banyak pahala, disayang orang tua, teman dan Allah.”

Bertemu Allah (6)


2. BERTEMU ALLAH

1. Sebelum kelas dimulai, Ustadz/ah menulis di papan tulis sebagai sbb :
يَا أَيُّهَا الْإِنسَانُ إِنَّكَ كَادِحٌ إِلَى رَبِّكَ كَدْحًا فَمُلَاقِيهِ
“Hai manusia, sesungguhnya kamu telah bekerja keras menemui tuhanmu, maka kamu akan menemui-NYA” [QS al-insyiqaaq(84):6]

a.    Santri disuruh menulis dan menghafalkannya (minimal artinya saja gpp, karena ayatnya agak panjang).
b.    Hafalan + Membaca iqra’
c.    Membaca bersama-sama apa yang telah ditulis di papan tulis

2.    Klasikal
“Dhek, mba mau tanya, bisakah kita bertemu dengan Allah?
Coba siapa yang menjawab bisa angkat tangan....Nah yang benar yang mana nih ya? Kalau kita lihat ayat tadi, maka Allah akan menemui orang yang bersungguh-sungguh ingin bertemu dengan Allah. Nanti dhek, allah akan menemui orang yang sholeh, orang yang selalu berbuat baik dan orang yang sholeh nanti diberi hadiah syurga. Jadi dhek, didalam sini (sambil menunjuk dada) harus ada harapan agar nanti Allah mau menemui kita. Karena merupakan kebahagiaan yang besar jika kita bisa bertemu dengan Allah. Tapi jangan dipikirin ya Allah seperti apa, karena Allah itu tidak seperti apapun yang diciptakan. Contoh misalnya mba Liha (menyebut nama salah satu Santri) membuat boneka, apakah boneka itu sama dengan mba Liha? Tentu tidak bukan, karena yang menciptakan itu tidak sama dengan yang diciptakan.”

Bertakwa (5)


1.  BERTAKWA


1. Sebelum kelas dimulai, Ustadz/ah menulis di papan tulis sebagai sbb :


   إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ 
“Sesungguhnya orang yang paling mulia diantaramu adalah orang yang paling bertakwa”[QS. Al-Hujurat (49) : 13]

a.    Memberi pengertian pada Santri bahwa TAKWA adalah melaksanakan perintah Allah dan menjauhi larangan Allah.
b.    Santri disuruh menulis dan menghafalkannya. (“Dihafal ya, nanti sebelum Iqra’ ditanyain”). Santri diberi waktu 7 menit.
c.    Setoran hafalan + Membaca Iqra’
d.    Lalu santri membaca bersama-sama apa yang ditulis di papan tulis sambil menutup buku.

2.    Klasikal
“Dhek, menurutmu orang yang paling hebat itu seperti apa?
Apakah yang kulitnya putih?
Apakah yang hidungnya mancung?
Apakah yang badannya tinggi?
Apakah yang yang cantik dan ganteng kya cherrybelle/smash?”
·   Menunjuk salah satu santri, tanyakan “Mba Eka, menurutmu orang hebat seperti apa?”
“Baiklah akan Ustadz/ah jelaskan. Ternyata kata Allah orang yang paling hebat, orang 
yang paling mulia itu bukanlah orang yang cakep, atau yang hartanya banyak/yang 
suaranya bagus. Tetapi orang yang paling mulia adalah orang yang bertakwa. Tahu 
dhek apa itu bertakwa? Ayo kita baca bareng-bareng lagi.
·        Lalu   dibaca arti bertakwa seperti yang tertulis di papan tulis
“Jadi dhek, berkata jujur itu termasuk dari bertakwa, minjemin teman pensil itu juga 
bertakwa, bantuin ibu nyapu itu juga bertakwa, pokoknya yang baik-baik itu, 
bertakwa.Coba bayangkan, kalau kamu punya teman cakep tapi jahat, adeh suka ga 
berteman dengannya? Tentu ngga suka kan. Jadi yang disukai Allah itu yang berbuat 
baik. Hayo siapa yang ga suka dibaikin?”