Saturday, April 14, 2012

Keutamaan Mencari Ilmu (19)


3.  KEUTAMAAN MENCARI ILMU

1. a. Sebelum kelas dimulai, Ustadz/ah menulis di papan tulis sbb :


     (tolabul ngilmi faridotun ngala kuli muslimin)
            Artinya : Menuntut ilmu itu wajib bagi setiap muslimin.(HR. Ibnu Majah)
-          Tanda (/) untuk memenggal (memberi jeda) saat ustadz membacanya agar Santri mudah ingat)

b. Ustadz/ah membaca beserta artinya dan Santri disuruh menirukan, ulangi
   beberapa kali.
c. Meng hafal bersama tanpa melihat tulisan dan artinya.
d. “Nah kalau sudah ditulis lalu dihafal ya. Setelah itu Ustadz/ah nilai. Nilainya ada
   dua, yang satu nilai menulis arab dan satu lagi nilai menghafal.”
e. Sambil menunggu menghafal, Santri disimak Iqro nya satupersatu.

2. Membaca lagi hadist (3x) dan menyuruh santri menghafal lagi, beri waktu 5
   menit.
3. a. Santri setoran hafalan sambil membawa hasil pekerjaannya menulis.
    b. Menilai pekerjaan Santri ( diberi gambar bintang senyum/matahari senyum,
       tidak dengan angka. Cukup dengan kata-kata seperti Sip, Ok, Good/Great ^_^)
c. Nilai menghafal ada dua. Jika  Santri sudah hafal, beri nilai (Sip, sudah hafal.
   Dipertahankan ya, besok ditanyakan lagi). Jika belum hafal, beri nilai (Sip, perlu
  dihafal lagi, b esok ustadz/ah tanyakan. Setiap memberi nilai boleh diberi tanda
   senyum/bintang. Dilarang memberi nilai berupa angka, misal 80.90,100, dsb agar
   Santri tidak terfokus pada nilai numerik semata)
4. Klasikal
            “Tadi sudah menghafal perkataan Rasulullah. Siapa Rasulullah itu? Iya, dia adalah Nabi Muhammad, jadi adik-adik, mencari ilmu itu wajib. Kenapa wajib? Karena banyak pahalanya, karena bisa menolong orang banyak. Misalnya, pilot untuk bisa menerbangkan pesawat yang membawa banyak orang itu ada ilmunya. Untuk membuat masjid ini juga ada ilmunya. Dokter juga, untuk menyembuhkan orang sakit ada ilmunya. Ilmu itu bisa macam-macam. Ilmu belajar di sekolah, ilmu mengaji, ilmu apa lagi hayo? (menunjuk salah satu santri).”
            “ Jadi adik-adik rajin-rajin ya cari ilmu, agar nanti bisa menolong orang banyak. Misalnya jadi Dokter buat menyembuhkan orang, ayo siapa yang mau jadi dokter ngacung? Begitu juga menjadi guru harus punya ilmunya. Nah disini siapa yang bercita-cita jadi guru? Nah harus rajin ya cari ilmunya.”

No comments:

Post a Comment

Post a Comment